Desakan Copot Kapolri Menguat: Kasus Ijazah Jokowi Kembali Jadi Sorotan, Prabowo Ditantang Bersikap

AKURAT BANTEN– Bola panas mengenai polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kembali menggelinding liar ke permukaan.
Di tengah bergulirnya proses Praperadilan Jilid IV Roy Suryo di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, muncul desakan keras kepada Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perombakan besar di pucuk pimpinan Polri.
Laksma TNI (Purn) Moeryono Aladin secara terbuka melontarkan kritik pedas.
Ia menyebut sosok Kapolri saat ini sebagai 'biang keladi' dari berbagai praktik kriminalisasi yang dirasakan oleh pihak-pihak yang kritis terhadap isu ijazah Jokowi, termasuk Roy Suryo dan Dokter Tifa.
Baca Juga: Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Bikin Heboh, Dosen Malah Sarankan Mahasiswa Coba Pekerjaan Ini
'Kriminalisasi Masih Berlanjut'
Moeryono menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Roy Suryo dan Dokter Tifa dalam kasus ini sarat dengan kejanggalan hukum.
Menurutnya, hal tersebut adalah bukti nyata bahwa praktik kriminalisasi masih menjadi instrumen untuk membungkam kritik.
Kami meyakini bahwa apa yang dilakukan oleh penyidik dalam menentukan tersangka keduanya itu suatu hal yang tidak benar, tidak sah. Inilah menunjukkan bahwa di negara ini masih terjadi kriminalisasi, tegas Moeryono, Sabtu (15/08/2026).
Lebih lanjut, ia menyoroti bahwa selama Jenderal Listyo Sigit Prabowo masih menjabat sebagai Kapolri, iklim penegakan hukum yang adil sulit untuk terwujud.
Ia mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk segera mengambil langkah tegas.
“Kenapa masih terjadi kriminalisasi? Karena Kapolri belum diganti. Ini harus kita ganti. Presiden Prabowo Subianto harus segera mencopot Listyo Sigit Prabowo. Inilah biang keladi dari terjadinya kriminalisasi,” serunya.
Baca Juga: Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu Disebut Prabowo, Pedagang Langsung Bereaksi
Roy Suryo: 30 Kali Wajib Lapor Tanpa Kejelasan
Di sisi lain, Roy Suryo merasa diperlakukan tidak adil. Ia mengaku telah menjalani kewajiban lapor sebanyak 30 kali sejak awal November 2025.
Namun, hingga saat ini, ia mengklaim tidak pernah menerima dokumen krusial terkait perkaranya, termasuk Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan Surat Pencekalan.
“Saya itu selalu tertib, mulai dari awal November sampai dengan terakhir wajib lapor, dan itu sejumlah 30 kali saya sudah wajib lapor,” ujar Roy.
Baca Juga: Google Digugat! 300 Media Prancis Ngamuk, Tuding Fitur AI Curi Pembaca Dan Matikan Bisnis Berita
Ujian Integritas Hukum bagi Prabowo
Desakan Moeryono bukan sekadar soal pergantian jabatan, melainkan tuntutan perbaikan tata kelola hukum nasional.
Moeryono berharap Prabowo mampu membenahi institusi kepolisian agar tidak lagi menjadi alat kekuasaan, melainkan pelindung hukum yang objektif.
"Mohon Pak Prabowo segera perbaiki tata kelola negara ini, khususnya masalah-masalah hukum. Karena masalah hukum adalah satu tonggak utama dari tegaknya suatu negara demokrasi," pungkasnya.(**)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1Kortastipidkor Bareskrim Polri Selidiki Tiga Modus Rekayasa Pasokan Energi PLTU yang Merugikan Negara Triliunan Rupiah
- 2Gaji PNS 2027 Tak Disinggung Prabowo, PNS Diduga Kembali Gigit Jari Tidak Dapat Kenaikan Gaji, Sama Seperti Pensiunan
- 3HIMNI Periode 2026-2031 Resmi Dilantik, Djarot Sulistio Wisnubroto Pimpin Perluasan Pemanfaatan Nuklir
- 4Fakta di Balik 'Gaji Rp700 Ribu per Kilo': Siapa Sebenarnya Ibu Susana yang Disebut Presiden Prabowo?
- 5Upah Pengupas Bawang Disebut Rp700 Ribu, Fakta di Lapangan Bikin Publik Terkejut, Mau Ikutan Kupas Bawang?
- 6Kopi Nalar Dorong Dialog Terbuka di Tengah Penolakan Warga atas Rencana PLTS 311 Hektare
- 7Gaji Pembawa Baki Bendera Celine Olivia Beda? Segini Honor Paskibraka 2026, Istilahnya Bukan Gajian
- 8MU Tumbang 2-4 dari AC Milan, Michael Carrick Tetap Tenang Jelang Hadapi Hull City
- 9Ijazah SMA Gibran Kembali Dipertanyakan, Pernyataan Loyalis Jokowi Bikin Polemik Makin Panas
- 10Bikin Guru Terharu, Celine dari Pontianak Dipercaya Bawa Baki Merah Putih di Istana







